EURO 2008: an EUROPHORIA

Europhoria, sebuah istilah yang tepat untuk menggambarkan kondisi dan situasi yang dirasakan oleh para penggila bola diseluruh belahan dunia dan Indonesia pada khususnya.

Kini kita semua larut dalam kemeriahan ajang piala Eropa, paling tidak hal itulah yang bisa menjadi pengobat rindu untuk kita yang sekarang ini sedang dihadapkan pada masalah kenaikan harga BBM, tindak aksi kekerasan dan pilkada.

Sepak Bola atau lebih dikenal sebagai “Soccer” di layar lebar memang bisa membuat orang gila. Sepak Bola, Foot ball, soccer atau apalah orang menyebutnya memang bukan sekedar “sport” tetapi sudah menjadi “part of the entertainment” yang mengharu biru. Mulai kemarin malam kita disuguhi sebuah sajian kegilaan yang bisa kita lihat dengan gamblang pada pagelaran Euro 2008.

Entah berapa puluh orang bahkan beratus atau beribu orang, baik yang mengaku penggila bola ataupun bahkan tidak suka bola pun ikut larut nongkrong di depan televisi menyaksikan 22 orang berlarian memperebutkan bola sepak di tengah lapangan. Hal tersebut bisa dipastikan meskipun sampai saat ini belum ada lembaga sensus yang melakukan pendataan.

Kita semua dengan rela menjagokan tim-tim jagoannya mulai dari tim Panser Jerman, Tim Oranye Belanda, Les Chevaliers Francais dan beberapa tim populer lainya. Hampir tiap malam mata kita dimanjakan oleh permainan bagus, berkualitas dan memukau dari pemain-pemain Pro yang melanglang buana di La Liga, Bundes Liga, Liga Champion, Barclays Premiere, ataupun Liga Italia.

Bagi sebagian besar penggila bola di dunia, Euro 2008 kali ini ibaratnya sama meriah dengan Piala Dunia beberapa tahun lalu. Sepak bola kapanpun dimanapun tak ayal lagi menjadi atribut suatu bangsa, komunitas ataupun budaya. Sebagai contoh, nasionalisme kita seakan-akan terpanggil begitu kesebelasan tim merah putih berlaga di Gelora Bung Karno dengan berhasil menekuk Bahrain 2-1 (sorry kalo salah maklum lupa). Hal tersebut menimbulkan sikap optimisme dan nasionalisme kita. Tidak ada perpecahan antar suporter seperti yang sering dibicarakan di mass media. Semuanya menyatu di bawah panji-panji sang saka Merah Putih. Begitu hebatnya bersatu karena Bola.

Sindhunata dalam artikelnya yang berjudul Air Mata Bola dimuat di Kompas tahun 2002, mengatakan “Sepak Bola akan menjadi sebuah misteri, dan terhadap misteri tersebut orang hanya bisa menyerah dengan perasaan romantis dan tergila-gila.

Ya memang tidak bisa dipungkiri lagi selama perhelatan akbar Euro 2008 di luar lapangan hijau kita bisa menyaksikan euphoria yang menggila dari para penggila bola. Euphoria dan kegilaan orang-orang terhadap aksi 16 negara Eropa di lapangan hijau untuk memperebutkan supremasi tertinggi sebagai champion. Yah paling tidak mari kita iringi saja Euro 2008 kali ini dengan lagu dari Queen….We are the Champion!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s