Zakat Berimbas Tragedi

Zakat merupakan rukun Islam ke empat, dan Allah sendiri memerintahkan umat Islam yang mampu dan berkecukupan untuk berzakat dari sebagian hartanya. Al Qur’an pun sering menyinggung mengenai kewajiban berzakat. Ngobrol soal zakat sebenarnya cukup mudah bagi kita yang sudah dicukupkan rezekinya oleh Allah untuk berzakat. Dalam skala kecil menyisihkan 2, 5 % dari harta kita untuk disalurkan kepada orang lain yang membutuhkan, dalam hal ini kaum fakir miskin terutama.

Melalui zakat pada dasarnya secara tidak langsung bisa membantu program pemerintah mengentaskan kemiskinan asalkan dikelola dengan amanah dan profesional. Mengapa zakat bisa sedemikian pentingnya, karena di dalam rizki berupa harta benda yang telah diberikan oleh Allah kepada kita terdapat hak orang lain yang harus kita berikan. Sejenak mari kita flashback ke zaman Rasulullah dan Khulafaur Rasyiddin di mana zakat merupaka tiang utama penyangga ekonomi negara. Para golongan saudagar tanpa harus ditagih, menyalurkan sebagian keuntungan mereka ke badan Amil Zakat yang dibentuk pada waktu itu. Dan luar biasanya Zakat yang terkumpul dengan lancarnya disalurkan ke masyarakat yang membutuhkan. Begitu mulianya hati orang-orang yang berzakat di jalan Allah pada waktu itu.

Realita sekarang agak bergeser dari masa lalu, sekarang banyak orang berzakat namun makin banyak pula ’kaum papa’ (yang mengaku papa). Enatah apa yang terjadi? Apakah karena niatnya yang sudah tidak lagi mengharap ridha Allah…atau badan penyalur zakat dikelola oleh orang-orang yang tidak amanah, curang dan licik. Wallahu A’lam.

Mungkin pertanyaan di ataslah yang memicu Haji Saikon, Saudagar Kaya dari Pasuruan yang hartanya tak akan habis tujuh turunan (maklum boss Gudang Garam) berniat baik berzakat di Jalan Allah hanya saja mungkin cara beliau yang salah, sehingga korban pun berguguran…dan seperti yang dikabarkan di media massa telah jatuh 21 korban. Sangat Luar Biasa…padahal kalau dipikir yang diterima per gundul hanyalah uang sejumlah 30.000 rupiah. Jumlah yang sedikit dan tidak setimpal dengan cara memperolehnya yang harus menyabung nyawa (dramatis banget).

Kasus diatas sepertinya menjadi catatan kelam untuk pemerintahan kita dari masa ke masa di mana jumlah rakyat yang miskin tidak makin berkurang justru makin membludag. Yang patut di herankan setiap menjelang hari besar, pemilu dan momen penting lainnya di mana orang-orang yang merasa hartanya berlebih ingin berbagi langsung (live istilahnya) dengan kaum fakir miskin.

Mungkin hal ini lah yang membuat fakir miskin di indonesia menjadi bertambah banyak secara temporal. Betapa tidak Uang yang akan di bagikan itu di sebar begitu saja tanpa ada pendataan bahwa si penerima memang benar-benar berhak menerima uang tersebut. Ibaratnya uang yang dibagikan tersebut adalah uang dari langit, yang berhak dinikmati oleh semua orang. Bisa dimungkinkan karena pemikiran seperti itulah orang-orang berkecukupan berubah menjadi miskin atau istilahnya miskin dadakan. Bagi mereka rasa malu sudah tidak berlaku, bahkan rasa itu di buang jauh-jauh.

Sungguh ironis hanya karena sejumlah uang yang dianggap jatuh dari langit menimbulkan warga miskin dadakan atau musiman. Hmm…sebegitu parahkah moral manusia Indonesia?

Namun mari kita kembalikan semua itu dari niat kita. Zakat pada hakekatnya luar biasa mulia dan sarana untuk berbagi namun terkadang dilakukan dengan cara yang kurang sesuai dengan aturan agama. Marilah berzakat hanya untuk Allah dengan cara yang diridhai Allah.

Selamat memborong Obral Pahala di Bazaar Ramadhan ini!

Advertisements

One response to “Zakat Berimbas Tragedi

  1. ehm maaf n maturnuwun dah ninggalin comment tar tak rubah wis, soale lagi butek nulise, ya itu perkarane pengin mbojo, kelooooon gethcu, lagian sekarang dah rd waras genah sitik tapi kadang ya msh hang zero sized reply, hehheheheh, gt ja ya nek meh ngomong telp wae ya 085643642369. the one n only numbe i have. salut ya buat blog kamu piss bro n sista.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s